Langsung ke konten utama

Gerindra dan PKS Berunding Soal Cawagub Pengganti Sandi Uno

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi | AKURAT.CO/Yohanes Antonius

Partai Keadilan Sejatera dan Gerindara hari ini, Senin (5/11) akan melakukan pertemuan untuk membahas Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.

Informasi yang dihimpun AKURAT.CO kedua parpol yang mengusung Anies-Sandi ini akan mengadakan pertemuan di kantor DPD Gerindra DKI Jakarta pukul15.00 WIB nanti.

Kedua partai ini masih berunding mengerucutkan siapa saja nama Cawagub yang bakal disodorkan kepada Gubernur Anies Baswedan. Nama calon itu kemudian dari tangan Anies diserahkan ke DPRD untuk dipilih.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi membenarkan ihwal pertemuan ini. Dia mengaku sudah menerima undang dari Gerindra dan pihaknya akan menghadiri pertemuan tersebut.

"Jadi kita pertemuan hari ini di DPD Gerindra nanti sore," kata Suhaimi saat dihubungi AKURAT.CO Senin (5/11).

Kendati begitu, Suhaimi enggan berspekulasi soal kemungkinan terburuk dari hasil pertemuan ini bila Gerindra ngotot mengajukan M Taufik menjadi salah satu kandidat Cawagub DKI. Sebab bila hal ini terjadi PKS hanya bisa menyodorkan satu nama kandidat saja.

"Saya tidak mau berandai - andai intinya kita meghadiri dulu pertemuan ini. Kita bicarakan apa yang sesuai dengan isi undangan ini," tegasnya.

Sejak Selasa 30 Oktober 2018, Partai Gerindra sudah mengirimkan surat undangan ke DPW PKS DKI Jakarta. 

Ketua DPD Gerindra M Taufik menyebut selama  ini kedua partai saling berpolemik lewat media. Karenanya pertemuan ini dirasa penting untuk mencari jalan tengah soal polemik saling klaim jatah Cawagub ini.

"Ini bukan soal luluh atau gak luluh. Bukan. Soal musyawarah dulu, kita ada aturannya, aturannya mengatakan, ini kan bolanya, ujungnya ada di DPRD bukan di kami. Yang milih DPRD. kami ngusulin aja dua nama, nanti disampaikan," kata Taufik belum lama ini.

Sementara itu Gubernur Anies Baswedan sendiri sudah disentil Kementerian Dalam Negri soal kekosongan Wagub DKI yang dibiarkan lowong selama dua bulan ini.

Namun Anies menyebut dirinya tak bisa  ikut campur soal pencolonan Wagub ini. Urusan Nama Cawagub kata dia menjadi hak partai pengusung.

Anies mengaku pihaknya sudah mengirimkan surat kepada kedua Partai pengusung untuk mendesak  secepatnya merampungkan penyaringan nama Cawagub baru  tersebut agar proses selanjutnya bisa dieksekusi secepatnya.

"Sudah (kirim surat) Melalui Sekda kepada parpol. (Itu) Sudah lama," kata Anies di Cempaka Putih Minggu (4/11).

SUMBER : AKURAT.co
EDITOR : Achmad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Misbakhun Atas Tuduhan Korupsi

Mukhamad Misbakhun telah ceritakan pengalamannya saai dirinya dituduh palsukan dokumen surat kredit yang membuatnya dianggap Misbakhun Korupsi . "Dulu waktu kita memulai hak angket ini dan ada dalam tim Pansus Century ini saya ini jadi korban untuk tidak jadi anggota DPR lagi. Ada operasinya itu. Saya saja pindah partai biar enggak ditenggelamkan," ujar Misbhakun. Meski begitu, kasus Misbakhun ini tidak lantas membuatnya menyesali kejadian itu. Dia bahkan merasa beruntung karena berkat kasus itu banyak orang yang mengenalnya dan itu sangat baik untuk karier politiknya. "Saya bukan korban Century, saya dibesarkan Century dan saya di penjara. Bapak-bapak enggak akan tahu siapa Misbakhun kalau enggak masuk penjara 2 tahun. Dan saya hadir di sini dalam rangka apa kita mau disuruh lupa, kita harus melawan lupa ini," ujar Misbhakun. Terkait kelanjutan kasus Misbakhun yakin KPK punya cara dan strategi untuk mengungkap kasus ini secara tuntas. KPK ju...

Bamsoet mendesak kpk Soal Century

Ketua DPR Bambang Soesatyo ( Bamsoet ) menanggapi polemik artikel media asing Asia Sentinel soal skandal Bank Century yang menyeret Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kasus pencucian uang. Bamsoet  meminta KPK untuk segera menuntaskan skandal  Bank Century . S ebagai inisiator Hak Angket  Century  saat itu, Bamseot telah telah merekomendasikan dugaan perbuatan melanggar hukum.  Maka dari itu yang bisa dilakukan ialah mendesak KPK untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Politisi Golkar ini juga meminta agar kasus ini tidak dibiarkan menggantung. "Jangan sampai ini (kasus  Bank Century ) terus menggantung dan merugikan SBY itu sendiri," tutupnya.[] Karenanya,  Bamsoet  juga mendukung niatan SBY menggugat Asia Sentinel ke ranah hukum.  Belakangan, KPK menegaskan bahwa belum ada ekspose tentang status Boediono. Kelanjutan penyidikan kasus ini harus menunggu keputusan tetap (inkracht) dari banding yang diajukan te...

Pasar Tanah Abang Bak 'Kota Mati' Karena Demo Rusuh

Pasukan brimob bentrok dengan massa yang menutup jalan di Kawasan Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019). Dalam bentrok ini gas air mata serta water canon ditembakan untuk membubarkan massa yang menyerang petugas dengan lemparan batu serta menutup jalan.  | AKURAT.CO/Sopian  Pertokoan di Pasar Tanah Abang memilih tutup pada Rabu (22/5/2019) menyusul bentrokan antara massa dengan personel Brimob sejak dini hari. Toko-toko yang biasanya menjual oleh-oleh haji di Jalan Mas Mansyur terlihat tutup, bak kota mati. Begitu pula dengan pertokoan Blok A, Blok B, Blok F dan Blok G. Beberapa pedagang kaki lima terlihat masih tetap berjualan. Sementara itu, situasi jalanan sekitar Pasar Tanah Abang terlihat lengang. Hanya di Jalan Jatibaru sekitar jalan layang Tanah Abang masih berkumpul massa yang ingin menyerbu ke Polsek Metro Gambir di Jalan Cideng Barat Dalam. Di beberapa titik sepanjang Jalan Mas Mansyur terlihat bekas-bekas ban dan sampah yang dibakar. Sampah juga t...